Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Cirebon Audiensi Bersama DEMA UIN Siber Syekh Nurjati, Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Budaya Demokrasi

foto bersama dengan DEMA UIN Siber Syekh Nurjati setelah audiensi

foto bersama dengan DEMA UIN Siber Syekh Nurjati setelah audiensi

CIREBON – Semangat menjaga demokrasi terus digaungkan oleh Bawaslu Kabupaten Cirebon. Kali ini, Bawaslu menggelar audiensi bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusias tersebut menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dengan kalangan mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Koordinator Divisi Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kabupaten Cirebon, Maryam Hito, membuka kegiatan dengan memaparkan profil kelembagaan Bawaslu Kabupaten Cirebon sekaligus memperkenalkan lima pimpinan Bawaslu yang menjalankan sistem kepemimpinan kolektif kolegial didampingi langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Sadaruddin Parapat, S.Pd. dan Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa dan Hukum, Amir Fawaz, S.Fil

Dalam sambutannya Maryam Hito menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu semata, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen bangsa, termasuk pelajar dan mahasiswa.
"Demokrasi adalah tonggak berdirinya bangsa. Karena itu, kami mengajak mahasiswa untuk turut mengawal dan mengawasi setiap tahapan pemilu maupun pemilihan. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar demokrasi berjalan jujur, adil, dan berintegritas," ujar Maryam.
Ia juga menyampaikan sosialisasi mengenai peran, tugas, fungsi, serta tanggung jawab Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Sadaruddin Parapat, menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga keberlangsungan demokrasi, baik pada masa kini maupun di masa yang akan datang.
Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki idealisme dan daya kritis tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi pengawas partisipatif yang turut menjaga proses demokrasi tetap berjalan sesuai aturan.

"Demokrasi tidak akan tumbuh dengan baik tanpa adanya pengawasan dan kepedulian dari masyarakat. Mahasiswa harus hadir menjadi bagian dari solusi, menjadi agen pengawasan partisipatif, sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pemilu yang bersih dan berintegritas," kata Sadaruddin.

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif yang berlangsung dinamis. Pengurus DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengajukan berbagai pertanyaan dan pandangan kritis terkait isu-isu demokrasi yang berkembang di masyarakat.

Beberapa topik yang menjadi perhatian antara lain mengenai upaya menjaga kualitas demokrasi, peningkatan partisipasi pemilih pemula, praktik politik uang (money politics), potensi penyalahgunaan data pemilih ganda untuk kepentingan tertentu, hingga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti fenomena praktik politik uang yang dikemas dengan dalih sedekah atau dilakukan oleh relawan dan pihak-pihak yang berafiliasi dengan peserta pemilu. Tidak kalah penting, mereka mempertanyakan mekanisme perlindungan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan pelanggaran namun masih merasa khawatir terhadap keamanan pribadinya.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, pimpinan Bawaslu Kabupaten Cirebon menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh Bawaslu. Dibutuhkan sinergi dan keberanian masyarakat untuk turut serta mengawasi serta melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan.

Bawaslu juga terus mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui pendidikan politik, sosialisasi pengawasan partisipatif, penguatan literasi demokrasi, Pendidikan Pengawas Partisipatif P2P serta melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Meski di tengah tantangan efisiensi anggaran, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Bawaslu Kabupaten Cirebon dalam menjalankan tugas pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Audiensi ini menjadi bukti bahwa demokrasi akan terus lestari apabila seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian dan komitmen untuk menjaganya bersama.

Dengan terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang baik antara Bawaslu dan kalangan mahasiswa, diharapkan lahir semakin banyak pengawas partisipatif yang mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemilu dan pemilihan yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.
Humas Bawaslu Kabupaten Cirebon

Humas Bawaslu Kabupaten Cirebon

Tag
Bawaslu Kabupaten Cirebon
Audiensi Mahasiswa