Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu hadir di Acara Workshop UIN SSC
|
CIREBON - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya untuk melibatkan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif yang merupakan bagian dari konsolidasi demokrasi. Anggota Bawaslu Kabupaten Cirebon, Maryam Hito, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Bimbingan Konseling/Karier yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selasa, 28/04/2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Navigasi Karier Hukum di Era Disrupsi: Dari Kampus menuju Praktik Profesional” bertempat di Auditorium Pascasarjana lantai 3. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Prof. DR. Hajam, M.Ag., Dekan Fakultas Syariah, DR. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., civitas akademik dan para mahasiswa Fakultas Syariah.
Dalam kesempatan kegiatan tersebut, Maryam Hito menyampaikan mengenai tantangan di era disrupsi, tidak hanya berpengaruh terhadap dunia karier, termasuk tantangan dalam menegakkan demokrasi di Indonesia.
Perubahan fundamental akibat inovasi teknologi yang menggantikan sistem lama dengan cara-cara baru yang lebih efisien, menjadi tantangan tersendiri. Transformasi yang terjadi, termasuk pola perilaku masyarakat terhadap informasi yang diterima. Masifnya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial dapat memecah belah masyarakat dan mempersulit partisipasi politik yang sehat. Begitupun penggunaan media sosial dapat menggiring opini yang menciptakan polarisasi tajam, dan sering kali berbasis identitas dapat menjadi pemicu perpecahan. Hal tersebut pun dipicu penyalahgunaan kecerdasan buatan yang ada.
"Kecerdasan Buatan itu ibarat dua mata pisau, teknologi menawarkan potensi besar untuk memperkuat partisipasi publik terhadap demokrasi, karena dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif. Namun disisi lain, dapat menjadi alat perusak demokrasi itu sendiri jika digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan orientasi perpecahan dan kerusakan, sehingga masyarakat harus bijak ketika mendapatkan informasi, saring sebelum sharing." Ujar Maryam.
Dalam kesempatan itu, maryam menjelaskan pentingnya pengawasan partisipatif, masing-masing dari Warga Negara Indonesia menjadi pengawas yang aktif dalam jalannya demokrasi. Termasuk ketika proses tahapan pemilu berjalan, mengambil peran dan menjadi bagian penting dalam proses demokrasi di Indonesia.
Karena kebijakan hari ini dilahirkan oleh pemerintahan yang merupakan hasil dari proses pemilu yang telah berjalan. Termasuk kebijakan mengenai lapangan tenaga kerja dan upah layak bagi masyarakat.
Giat workshop terdapat narasumber lain yakni Yanti Romlahayati, S.H., M.H. selaku Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Cirebon, dan dimoderatori Fitriyana
Sesi paparan dan diskusi berlangsung interaktif. Para peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Syariah—sebagian besar calon wisudawan—antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar materi yang didiskusikan.
Diakhir kegiatan ditutup oleh DR. Leliya, SH., MH., dengan penyerahan plakat dan sesi foto bersama.
Humas Bawaslu Kabupaten Cirebon