Lompat ke isi utama

Berita

Inovasi Digitalisasi Pemilu, E-Voting Pemilihan Raya Putih Abu-Abu Resmi Diluncurkan di Cirebon

foto bersama  Pemilihan Raya Putih Abu-Abu

foto bersama  Pemilihan Raya Putih Abu-Abu

CIREBON — MAN 1 Cirebon menjadi saksi sejarah perhelatan demokrasi digital di lingkungan pendidikan. Rabu (14/10/2026)

Kegiatan Launching E-Voting Pemilihan Raya Putih Abu-Abu untuk Siswa-Siswi Madrasah se-Kabupaten Cirebon Tahun 2026 resmi digelar. Inovasi ini menjadi langkah awal dorongan digitalisasi pemilu di madrasah melalui pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) secara digital.

Kegiatan yang dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project) ini mendapat dukungan penuh dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Cirebon, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa ajang ini merupakan sarana pembelajaran demokrasi nyata bagi para siswa. Melalui e-voting, siswa diajarkan untuk menentukan pemimpin dan memahami pentingnya partisipasi aktif, kejujuran, serta tanggung jawab sejak dini.

​“Kegiatan ini merupakan pembelajaran demokrasi bagi siswa-siswi madrasah. Melalui pemilihan ini, para siswa belajar menentukan pemimpin dan memahami pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon mengapresiasi penerapan sistem e-voting yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Cirebon ini. Selain memberikan pengalaman baru dalam memilih secara digital, beliau menyoroti pentingnya kesetaraan gender yang terlihat dari hadirnya calon laki-laki dan perempuan pada pemilihan OSIM di MAN 1 Cirebon.

​“Dalam dunia demokrasi, jenis kelamin tidak menjadi masalah. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. Oleh karena itu, pilihlah calon berdasarkan kemampuan dan kualitasnya. Jangan sampai golput, karena OSIM ada di tangan kalian semua,” tegas Ketua Bawaslu.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Cirebon menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Pusdatin RI ini diharapkan dapat menjadi contoh nasional dalam memodelkan sistem pemilihan yang modern dan efisien di lingkungan sekolah.
​“Kegiatan ini merupakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM pertama yang didukung oleh Pusdatin RI dan menjadi pilot project penerapan e-voting. Ini merupakan bagian dari digitalisasi pemilu. Jika pelaksanaannya berhasil, kami berharap model ini dapat menjadi percontohan yang diterapkan di seluruh Indonesia,” jelas Ketua KPU.

Dengan suksesnya peluncuran ini, seluruh pihak berharap penerapan e-voting dapat berjalan lancar, menanamkan nilai-nilai integritas dan kesetaraan, serta menjadi inspirasi bagi madrasah dan sekolah lain di seluruh Indonesia.

Humas Bawaslu Kabupaten Cirebon